Menjaga Kesehatan Otak Ala Harvard

Menjaga Kesehatan Otak Sangatlah Penting 9Foto dari drprem.com)
Menjaga Kesehatan Otak Sangatlah Penting 9Foto dari drprem.com)

Menjaga Kesehatan Otak Sangatlah Penting (Foto dari drprem.com)

Menjaga kesehatan otak amatlah penting. Bagaimana tidak? Otaklah yang mengatur dan mengkoordinasi  sebagian besar, gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak memegang kendali pengaturan pemikiran dan tubuh kita, Sahabat Naia. Oleh sebab itu menjaga kesehatan otak sangatlah penting.

Dalam berjalannya waktu kinerja otak akan menurun, semakin tua kita akan mengalami yang namanya kepikunan. Dr. Bradford Dickerson, seorang associate professor di bidang neurologi Harvard Medical School, meneliti bagaimana struktur dan fungsi bagian otak berperan dengan ingatan dan pikiran berubah seiring usia. Ia sendiri mengatakan bahwa banyak akifitas berkaitan dengan pengurangan resiko demensia yang bisa membantu memelihara ingatan dan pemikiran. Berikut adalah caranya:

Olahraga Fisik

Bukti sementara aerobik dan fitness membantu mengurangi resiko demensia. Sebuah penelitian menyebutkan latihan tersebut meningkatkan masa otak dan kemampuan berpikir. Dalam studi pada orang sehat, menunjukkan efek positif, orang-orang mendapat rata-rata 30 menit latihan aerobik lima kali dalam seminggu selama setahun. Percobaan pada orang yang mengalami kerusakan otak ringan, menunjukkan latihan tersebut efektif untuk menunda kerusakan yang lebih parah. Ada juga penelitian yang mengatakan penguasaan olahraga yang lebih rumit seperti menari atau yang lainnya punya manfaat yang sangat besar dibanding olahraga simpel seperti berjalan kaki.

Mediterranean diet

Diet ala mediterania-tinggi sayur, buah, sereal, sedikit minyak zaitun, keju dan yogurt, wine, dan sedikit konsumsi daging merah- menjadi sebuah pencegahan utama terhadap penyakit jantung. Lebih dari dua puluhan penelitian menunjukkan bahwa itu juga berkaitan dengan menekan resiko demensia.

Keterikatan sosial

Fakta dari studi observasi di tahun 90an mengaitkan penurunan resiko demensia dengan keterikatan sosial. Dengan ditelitinya secara mendalam oleh para peneliti, mereka menemukan bahwa ragam dan kepuasan dalam kontak sosial lebih penting daripada ukuran jaringan sosial seseorang.

Rangsangan mental

Ada bukti yang menyebutkan suatu tantangan sepeti memaninkan alat music atau belajar Bahasa baru memiliki manfaat lebih daripada latihan yang bersifat repetitif seperti teka teki silang. Meskipun program brain training menawarkan beragam paket yang mahal, namun hingga sekarang masih belum ada bukti bahwa program tersebut dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan pertimbangan. Dr, Dickerson dari Harvard sendiri menyatakan bahwa game otak belum ditemukan bermanfaat untuk mereduksi resiko demensia, bisa jadi pergi bersama keluarga dan teman0teman untuk bermain kartu bisa jadi lebih baik.

Got comments? Post them here!