Mengurangi Resiko Penyakit Jantung dengan Menari

ABC's "Dancing With the Stars" - Season 18 - Week Ten
ABC's "Dancing With the Stars" - Season 18 - Week Ten

Foto diambil dari www.hercampus.com

Penyakit jantung adalah salah satu jenis penyakit yang paling mematikan. Bahkan penyakit jantung lebih mematikan dibandingkan dengan kanker. Meskipun begitu, banyak latihan fisik yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

Seperti yang Naia kutip dari Foxnews, intensitas menari yang cukup, dapat meringankann resiko menderita penyakit kardiovaskuler. Orang yang menari dengan intensitas cukup memiliki resiko 49% lebih rendah mengidap resiko penyakit kardio.

Ini bukanlah hal yang mengejutkan bahwa latihan fisik cukup intens mampu untuk menghindarkan kita dari penyakit kardio. Berdasarkan survey dari Dafna Merom, peneliti  University of Western Sydney Australia, justru kelebihan intensitas menari malah tidak begitu protektif pada penyakit jantung.

Orang yang menari dengan intensitas cukup dan mereka yang berjalan kaki dengan intensitas serupa lebih sedikit menderita penyakit kardio dibandingkan yang tidak, Rekomendasi minimum untuk intensitas menari adalah 150 menit per minggu.

Nah, dibanding cuma berjalan saatnya mulai juga untuk menari. Jika dibandingkan dengan berjalan kaki saja, manfaat menari 21% lebih baik dari berjalan kaki.

Semua jenis tarian bisa menjadi pilihan selama kita bisa berkeringat. Namun, menari dengan tempo cepat memiliki manfaat lebih baik untuk kesehatan jantung.

Menari bukan hanya sebagai latihan fisik tapi juga bersosial. Dengan latihan menari dan bergabung kedalam konumitasnya memungkinkan kita untuk menambah jaringan pertemanan dan mengurangi stres. Nyatanya, menari juga dapat mengurangi resiko demensia.

Musik yang mengiringi kita saat menari juga dapat menguatkan jantung, dan mempercepat pemulihan pasien penderita penyakit jantung. Tak peduli genre apa, mendengarkan musik kesukaan dapat melepaskan endorfin dalam otak yang membantu meningkatkan kesehatan vaskuler. Baik pria maupun wanita yang yang mendengarkan musik setelah operasi kardio memiliki rasa sakit lebih sedikit dibanding yang beristirahat dengan sunyi. Pasien yang mendengarkan musik dalam 30 menut memiliki tekanan darah yang lebih rendah, denyut yang lebih pelan, dan sedikit stres dibandingkan yang tidak

Bisa dibayangkan bukan bagaimana jadinya kalau kita serius intens dalam menari sambil mendengarkan musik? Tentu manfaatnya akan sangat berlipat. Yuk mulai sayangi jantung kita dengan menari!