Mengenal Ciplukaan Sebagai Terapi Kanker Payudara

Foto diambil dari www.anaksiantar.net
Foto diambil dari www.anaksiantar.net

Foto diambil dari www.anaksiantar.net

Di artikel sebelumnya, Naia sempat membahas seputar minyak zaitun sebagai anti kanker payudara. Nah kali ini yang akan kita telisik manfaatnya merupakan tanaman kecil yang biasa ditemukan di lahan-lahan kosong, kebun, dan area persawahan. Tanaman ini memiliki kantong dan disebut sebagai ground cherry oleh orang-orang barat.Tau ngga tanaman apa ini? Dia adalah Ciplukan!

Sebuah penelitian dari Fakultas Farmasi UGM menyebutkan bahwa Ciplukan berpotensi untuk dijadikan alternatif dalam terapi kanker payudara.

Seperti yang pernah Naia ulas di artikel sebelumnya bahwa kanker payudara merupakan kanker yang membawa korban jiwa paling banyak di dunia sehingga upaya pengembangan pengobatan kanker payudara terus diupayakan. Dalam 20 tahun saja, di Amerika Serikat kasus kanker payudara ini mengalami peningkatan dari 25.000 hingga 44.000 kasus tiap tahunnya.

Kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon atau terapi antibodi monoclunal adalah cara-cara yang biasa dilakukan untuk mengobati kanker jenis ini. Akan tetapi terapi-terapi tersebut menimbulkan efek samping toksik pada jaringan normal. Menurut penelitian di UGM, penggunaan ciplukan sebagai alternatif terapi dinilai lebih aman.

Efek sitotoksik yang dihasilkan oleh ciplukan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena kandungan saponin, flavonoid, polyphenol, and physalin yang berperan dalam menghambat kanker. Hasil dari penelitian UGM menyatakan bahwa ekstrak dari ciplukan memang benar mampu memberikan efek sitotoksik dan mampu menginduksi apoptosis pada sel kanker payudara sehingga mampu untuk dikembangkan menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker payudara. Apoptosis sendiri merupakan mekanisme kematian sel yang berkonribusi pada proses petogenesis dari sel kanker.

Sebenarnya memang banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanaman ciplukan. Selain kanker, ciplukan juga baik untuk mengobati diabetes. Karena manfaatnya yang luar biasa itu, bahkan harga ciplukan di supermarket sangat mahal sekali. Naia kutip dari Brilio, harga ciplukan Rp 30.957 per bungkus dengan berat 60 gram. Mahal banget ya? Wah, ini mungkin saat bagi sahabat Naia untuk peka pada tanaman di sekitar. Nyatanya memang benar ya kalau sehat itu mahal harganya.