Tidur yang Berkualitas Menjauhkanmu dari Alzheimer

Begadang terbukti gak baik untuk kesehatanmu
(Foto dari www.toplistic.com)
Begadang terbukti gak baik untuk kesehatanmu (Foto dari www.toplistic.com)

Kurang tidur akan membuat kerjaanmu jadi tidak beres
(Foto dari www.toplistic.com)

Otak, yang cuma seberat 1 kiloan nyatanya mengkonsumsi 20% energi tubuh kamu sahabat Naia. Layaknya konsumer energi yang besar, otak memuntahkan sia-sisa racun yang menciptakan pengalaman, kenangan, dan instruksi kimia. Salah satu sisanya adalah protein amiloid yang diduga berkontribusi pada penyakit alzheimer. Sepanjang hari, amiloid mengakumulasi tempat antara sel otak. Ketika kita tidur, amiloid dan racun lainnya dibersihkan dari otak kita.

Ketika tidur itu juga otak kita direset, semua yang terjadi selama sehar diintegrasikan kembali. Pengalaman baru dan pengetahuan baru digabungkan dengan memori lain. Tidur juga membuat kita lupa akan informasi yang kita tidak butuhkan dan tidak penting untuk kita ingat. Tidur sangatlah penting yang tidak bisa digantikan oleh obat. Ketika kita kurang tidur atau tidur kita kurang nyenyak, kita tidak cuma akan merasa lesu dan kurang fokus. Kita juga akan membuat otak kita menua lebih awal dan membuat resiko penyakit alzheimer menjadi meningkat.

Inilah yang terjadi ketika kamu kurang cukup tidur:

Otakmu akan menyusut

Sebuah penelitian pada 147 orang dewasa berumur 20-84 tahun ditemukan mengidap insomnia mengalami kemunduran volume otak lebih cepat 3,5 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih nyenyak.

Kita lebih banyak membuat kesalahan

Peneliti dari Michigan State University dan University of California menemukan bahwa orang yang hanya tidur 5 jam atau kurang lebih mudah membuat kesalahan dibanding mereka yang memiliki waktu tidur lebih banyak.

Resiko berkembangnya penyakit alzheimer jadi meningkat

Berdasarkan riset dari Uppsala University di Swedia, pria yang tidak memiliki tidur berkualitas 1,5 kali lebih cepat mengalami alzheimer pada usia di atas 40 tahunan dibandingkan dengan pria yang tidur dengan cukup.

Sinar matahari pagi nyatanya bagus untuk produksi sperma (Foto dari www.runnersworld.com)

Olahraga gak cuma baik untuk fisik, nyatanya baik juga untuk otak (Foto dari www.runnersworld.com)

Lalu gimana caranya agar kita bisa punya tidur berkualitas?

Berjalan-jalan ke luar ruangan di pagi hari

Sinar matahari dapat memacu otak kita untuk menyeting ulang jam tidur. Ini dikarenakan cahaya yang masuk ke retina kita dan mempengaruhi produksi hormon melatonin, yang mampu mereset jam tidur kita. Ketika kita dapat paparan sinar matahari di pagi hari, kita akan merasa lebih terjaga sepanjang hari. Lalu kita akan menghindari cahaya di malam hari dan secara alami akan mudah mengantuk.

Membuat kamar menjadi gelap secepat mungkin

Di malam hari, kamu pasti ingin melakukan segala sesuatu yang berkebalikan di pagi hari. Memilimalisir cahaya di kamarmu saat malam akan membuat otakmu mendapat pesan bahwa ini waktunya untuk menutup mata dan tidur. Ini juga penting kalau kamu juga menyingkirkan benda-benda bercahaya lain seperti bermacam gadget yang kamu punya. Karena cahaya dari gadgetmu juga akan menahan produksi melatonin yang pada akhirnya juga akan menahanmu untuk tidak mengantuk.

Mandi
suhu tubuh kita sangat fluktuatis sepanjang hari hingga malam yang secara umum bisa mengalami kenaikan dan penurunan dari 1-2 derajat. Menurunnya suhu tubuh akan membuat kita mulai mengantuk. Nah, dengan kamu mandi di malam hari (kalau Naia sih nyaranin mandi air panas) maka kamu akan lebih cepat merasa mengantuk dan tidur lebih nyenyak.

Olahraga rutin

Olahraga fisik akan membantu tubuh mengkonsolidasikan tidur dengan cara meringankan stress. Sepanjang kamu melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu, ini akan membantu kok.

Rutin minum jus cherry

Ceri adalah buah yang mengandung melatonin dan menurut sebuah studi, mengkonsumsi jus cherry dua kali sehari akan mengurangi insomnia. Tapi tanpa gula ya minumnya! Ingat cherry juga sudah mengandung gula dan kebanyakan gula nanti malah akan berdampak buruk pada kadar gula darah kamu.

Sumber: Reader Digest